Munir Reliability

Label

  • Analysis and Decision Systems
  • asset management
  • Business Analytics
  • Business Statistics
  • Condition Monitoring
  • Data Mining
  • Data Science
  • Failure Analysis
  • Fleet Performance
  • Mechanical Surveillance
  • Reliability Centered Maintenance
  • Standard International
  • vibration analysis

Rabu, 26 November 2025

2. Dataset : Spare part truck dalam rangka pengoptimalan manajemen inventarisasi, seleksi supplier, dan strategi supply chain (Analysis and Decision Systems)

Kali ini saya akan mencoba seolah-olah menjadi seorang manager supplay chain, yang sedang mecoba menjadi decision maker untuk membuat keputusan pengadaan spare part berdasarkan data opensource :

https://www.kaggle.com/datasets/prplct/truck-spare-parts

Analisis kali ini akan berfokus pengoptimalan manajemen inventarisasi, seleksi supplier, dan strategi supply chain. Berikut urutan analisisnya:

  • Input dan Observasi Data
Memuat dataset ke dalam DataFrame pandas. Hasil dari input data ini berupa informasi umum seperti tipe data, kolom, struktur pada 5 baris pertama.


Hal tersebut artinya adalah :
  • Part_ID : kode unik untuk setiap spare part.
  • Part_Name: nama spesifik dari spare part.
  • Part_Category: pengelompokkan spare part berdasarkan jenis.
  • Brand: Merk dari spare part.
  • Truck_Model: model truk yang menggunakan spare part.
  • Price: harga per unit spare part.
  • Stock_Quantity: nilai stok spare part di gudang saat ini.
  • Supplier: nama supplier penyedia spare part.
  • Warehouse_Location: alamat lokasi gudang spare part.
  • Delivery_Time_Days: waktu pengiriman spare part dalam hari dari supplier.
  • Warranty_Period_Months: total durasi warranty spare part dalam bulan.
  • Order_Date: tanggal pemesanan spare part.
  • Monthly_Sales: jumlah spare part yang laku dalam sebulan.
  • Revenue: total pendapatan dari penjualan spare part.

  • Preprocessing Data
Pada bagian ini dilakukan cleaning data, adjustment pada nilai yang hilang (missing value), lalu mengkonversi tipe data dari tanggal ke format datetime, dan buat kolom turunan pada Tahun, Bulan, atau hari menjadi mingguan untuk memudahkan dalam analisis trending.

Hal tersebut artinya adalah :

DataFrame Info

Bagian ini menggambarkan tentang struktur data:

  • RangeIndex: 220 entries, 0 to 219: data terdiri dari 220 baris. Dan setiap baris sebagai representasi dari 1 transaksi.
  • Data columns (total 14 columns): Dataset terdiri dari 14 kolom.
  • Kolom Data :
    • Part_ID, Part_Name, Part_Category, Brand, Truck_Model, Supplier, Warehouse_Location, Order_Date: bertipe object. Dalam Pandas, berupa data teks (huruf atau angka yang tidak dihitung). dalam case ini yang perlu dicatat adalah Order_Date awalnya object, lalu diubah ke format tanggal untuk analisis time series.
    • Price, Revenue: bertipe float64, yang berarti angka desimal.
    • Stock_Quantity, Delivery_Time_Days, Warranty_Period_Months, Monthly_Sales: bertipe int64, yang berarti angka bulat.
  • Non-Null Count: keseluruhan kolom adalah 220 non-null, artinya semua kolom terisi data. Sehingga adjustment pada missing value tidak perlu dilakukan
  • memory usage: 24.2+ KB: petunjuk dari kapasitas memory dari system yang telah digunakan.

Sekarang pertanyaannya adalah, apa manfaat dari informasi data frame di atas bagi seorang manager supply chain?

Manfaat yang pertama adalah, data yang dimiliki oleh tim warehouse cukup lengkap. Terdiri dairi 220 data unik. Manfaat yang kedua adalah, type data dalam setiap kolom sudah diketahui sehingga memudahkan dalam menganalisis trending spare part yang laku, serta melihat rata-rata level stock warehouse.


Descriptive Statistics

Menjelaskan ringkasan statistik untuk kolom yang berisi data numerik

  • count: Berisi total baris pada setiap kolom. Dimana 220 baris semuanya sudah terdapat data.
  • mean : rata-rata
    • Price: berisi rata-rata price spare sebesar USD 895.45. 
    • Stock_Quantity: berisi rata-rata stok setiap spare part sebesar 301.56 unit. 
    • Delivery_Time_Days: berisi rata-rata lead time sebesar 9.86 hari.
    • Monthly_Sales: berisi rata-rata spare part yang laku bulanan sebesar 234.96 unit. 
    • Revenue: berisi rata-rata dari total pendapatan kotor terhadap seluruh spare part sebesar USD 215.632. 
  • std : standard deviasi
    • merupakan standard deviasi untuk melihat sebaran data. std besar artinya variasi data range cukup besar. 
    • Delivery_Time_Days memiliki std 5.75, ini artinya variasi pengiriman spare part cukup besar, ada range variasi waktu hampir 6 hari.
  • min : Nilai terendah .
    • Price nilai terendahnya USD 23.87, Stock_Quantity terendahnya 7 unit, Delivery_Time_Days tercepat pengiriman adalah 1 hari, dan Monthly_Sales terendah penjualan 3 unit.
  • 25% (Kuartil Pertama): sebesar 25% data di bawah dari limit nilai ini.
  • 50% (Median atau Kuartil Kedua): untuk observasi nilai yang sangat ektrim data ini jauh lebih membantu, nilai tengahnya.
  • 75% (Kuartil Ketiga): 75% data yang berada di bawah ini.
  • max : Nilai terbesar.
    • Price tertinggi sebesar USD 3.762.95, Stock_Quantity tertinggi 598 unit, Delivery_Time_Days terlama 20 hari, dan Monthly_Sales terbesar 500 unit.

Manfaat data deskripsi statistik adalah

  • meanStock_Quantity rata-rata 301 unit, jika dibandingkan dengan mean Monthly_Sales 234 unit. Secara garis besar atau nilai rata-rata gudang selama ini mengalami over stock.
  • mean Delivery_Time_Days Rata-rata 9.86 hari std 5.75 menunjukkan meski rata-rata pengiriman adalah 10 hari, namun ada pengiriman yang  cepat (min 1 hari) dan ada yang lambat (max 20 hari). Dengan variasi yang cukup besar ini sangat berpengaruh terhadap, master schedule plan pengadaan spare part.
  • Price & Monthly_Sales: Price nilai terendahnya USD 23.87 dengan Monthly_Sales terendah penjualan 3 unit. jika dibandingkan Price tertinggi sebesar USD 3.762.95 dengan Monthly_Sales terbesar 500 unit. Rentang variasi yang cukup besar ini sangat berpotensi untuk terjadinya naik turun cashflow dan naik turun level stock. Sehingga perlu diberikan strategi khusus pada case terebut.
  • Outlier: min dan max yang jauh dari rata-rata atau median. Hal ini menunjukkan secara performa sales ada beberapa spare part yang cukup ekstrim. Sehingga butuh concern khusus jika dibutuhkan optimasi untuk peningkatan laba.



Hasil observasi missing value di atas baik pre-processing atau pun after processing menunjukkan bahwa 0 atau null. Atau tidak ditemukan missing value


  • Analisis pada Trending Penjualan
agregasi atau penggabungan data-data yang relevan dengan data penjualan, berupa jumlah item yang terjual atau pun total pendapatan.


Hasil agregasi di atas merupakan pengelompokkan dan penjumlahan pada data montly sales dan revenue, berdasarkan tahun kapan dan bulan ke berapa. Sehingga jika dilakukan trending sangat memudahkan dalam proses analisis selanjutnya. Berikut trendingnya.


Jika dilihat hasil grafik di atas, ada di bulan-bulan tertentu kenaikan pendapatan berbanding lurus dengan penjualan. Namun ada di bulan tertentu hal ini tidak sejalan. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa dengan std yang cukup besar dari price, ada kondisi dimana hanya menjual sedikit item saja target penjualan secara revenue sudah terpenuhi dalam monthly.

  • Mempolakan Demand Berdasarkan Kategori
Analisis pola demand pada semua kategori spare part. Hitung total demand pada setiap kategori dan identifikasi kategori dengan permintaan paling tinggi atau pun paling rendah. Lalu divisualisasikan polanya.

Berikut adalah 5 data terlaku


Berikut adalah 5 data dengan revenue tertinggi


Perbandingan antara total monthly sales per par category dan top 5 part categories by revenue, dapat ditarikan beberapa insight berikut:

- Dikategorikan ke dalam performa bagus (sales tinggi & revenue tinggi)
Exhaust dan cooling terlihat pada dua list dan berada di deretan atas. hal ini bisa menjadi sebuah petunjuk bahwa sangat laku dan harganya cukup bersaing. ini bisa menjadi kekuatan utama untuk menentukan strategi inventarisasi dan marketing.

- Dikategorikan ke dalam performa sedang type 1 (sales tinggi & revenue sedang)
Electrical, Brakes, dan Suspension berada di jajaran 5 part paling laku, tapi tidak muncul di 5 teratas untuk revenue. ini menunjukkan meski sangat laku tapi harganya sangat rendah. Dari hasil analisis ini bisa dijadikan sebagai strategi efisiensi operational atas target volume penjualan yang harus lebih besar.

- Dikategorikan ke dalam performa sedang type 2 (sales sedang & revenue tinggi)
Engine, Hydraulics, dan Transmission ada di 5 revenue tertinggi, tapi di sales tidak muncul di top 5 nya. hal ini indikasi harganya cukup kompetitif tapi salesnya sedang. Sehingga dari sisi inventarisasi harus selalu diperhatikan, meski barang keluar masuk dari gudang cukup rendah tapi sudah memberikan revenue yang cukup besar. Jadi stok harus selalu ada. 

Berikut adalah seluruh part category mulai dari yang paling laku sampai ke yang paling tidak laku
Berikut adalah seluruh part category mulai dari yang harganya paling mahal sampai ke harga yang paling murah


Jika dibuatkan matrix korelasi terhadap pola permintaan, sebagai berikut.
 
- Korelasi antara pola permintaan (monthly sales) VS revenue
menunjukkan angka 0.549 hal ini menunjukkan hubungan yang sangat kuat dari keduanya. Secara logic jika sales meningkat tentu revenue meningkat. atau pun kebalikannya saat revenue meningkat maka sales meningkat.

- Korelasi antara monthly sales VS warranty period months 
adalah 0,080715. Hal ini menunjukkan bahwa lamanya periode warranty tidak ada hubungan linier yang jelas terhadap pola permintaan sales. Hal ini aneh seharusnya customer lebih memilih part dengan warranty lama yang lebih laku, namun sepertinya dalam data ini ada faktor lain untuk menentukan hal tersebut.

- Korelasi antara monthly sales VS price sebesar 0,047566. 
Hal ini menunjukkan bahwa keduanya memiliki korelasi yang sangat lemah. Atau bisa dikatakan tidak jelas. Secara ekonomi hal ini aneh, seharusnya part lebih murah lebih laku, tapi dalam data ini sepertinya ada faktor lain yang lebih menentukan

- Korelasi antara monthly sales VS delivery time days sebesar 0,042093
Hal ini menunjukkan bahwa kedua memiliki korelasi yang sangat lemah. Hal ini aneh seharusnya orang-orang lebih membeli untuk spare part dengan delivery lebih cepat. Sepertinya dari data ini ada faktor lain yang menjadi alasan utama lakuknya spare part.
- 
  • Monthly_Sales vs. Delivery_Time_Days: 0.042093 (Korelasi Positif Sangat Lemah)
    • Penjelasan: Waktu pengiriman (lead time) memiliki korelasi yang sangat lemah dan positif dengan penjualan bulanan. Ini aneh, karena secara intuitif kita mungkin berharap waktu pengiriman yang lebih singkat akan berkorelasi positif dengan penjualan. Korelasi positif sangat lemah ini menunjukkan bahwa dalam dataset ini, waktu pengiriman yang lebih lama tidak secara signifikan mengurangi penjualan, atau efeknya tertutupi oleh faktor lain.
  • Monthly_Sales vs. Stock_Quantity: -0.136094 (Korelasi Negatif Lemah)
    • Penjelasan: Ada hubungan negatif yang lemah antara kuantitas stok dan penjualan bulanan. Ini adalah temuan yang menarik. Secara intuitif, kita mungkin berharap stok yang lebih tinggi akan memungkinkan penjualan yang lebih tinggi (korelasi positif). Namun, korelasi negatif yang lemah ini bisa mengindikasikan beberapa hal:
      • Overstocking: Barang dengan stok tinggi mungkin adalah barang yang kurang laku, sehingga menumpuk di gudang meski stoknya banyak, penjualannya tetap rendah.
      • Barang Cepat Habis: Barang yang sangat laris (penjualan tinggi) mungkin memiliki rata-rata stok yang lebih rendah karena cepat terjual habis, menciptakan korelasi negatif.

Insight Utama:

  1. Revenue adalah Indikator Langsung Monthly_Sales: Korelasi kuat antara Monthly_Sales dan Revenue sudah sewajarnya, karena pendapatan dihitung dari penjualan. Namun, ini menegaskan bahwa fokus pada peningkatan unit penjualan akan secara langsung meningkatkan pendapatan. Untuk memahami mengapa pendapatan bisa lebih tinggi (misalnya, karena harga produk yang lebih mahal), kita perlu melihat korelasi Price dengan Revenue (yang sangat tinggi di 0.727823).

  2. Manajemen Stok Perlu Ditelaah Lebih Lanjut: Korelasi negatif lemah antara Monthly_Sales dan Stock_Quantity adalah insight paling penting untuk manajemen inventaris:

    • Bukan Sekadar Banyak Stok: Ini menunjukkan bahwa hanya memiliki banyak stok tidak menjamin penjualan yang tinggi. Strategi 'tumpuk barang' mungkin tidak efektif.
    • Potensi Overstocking: Ada kemungkinan bahwa beberapa item dengan stok tinggi sebenarnya memiliki permintaan rendah, menyebabkan mereka tetap berada di gudang dan menciptakan korelasi negatif ini. Ini membutuhkan identifikasi dan strategi penanganan overstock.
    • Analisis Item Per Item: Penting untuk menyelidiki hubungan ini pada tingkat kategori atau bahkan Part ID individu. Kategori dengan penjualan sangat tinggi mungkin selalu kehabisan stok, sehingga rata-rata stoknya rendah. Ini membutuhkan peningkatan stok pengaman.
    • Kebutuhan untuk Analisis Lanjut: Korelasi ini menjadi alasan kuat untuk melakukan analisis lebih dalam (misalnya, analisis ABC atau VED) untuk memahami mengapa stok dan penjualan berkorelasi negatif.
  3. Faktor Lain Kurang Berpengaruh Langsung: Price, Delivery_Time_Days, dan Warranty_Period_Months menunjukkan korelasi yang sangat lemah dengan Monthly_Sales. Ini bisa berarti:

    • Bukan Faktor Penentu Utama Volume Penjualan: Dalam konteks data ini, konsumen mungkin tidak terlalu sensitif terhadap perubahan kecil pada variabel ini untuk keputusan pembelian suku cadang truk, atau faktor lain (seperti kebutuhan mendesak, kualitas, atau ketersediaan model tertentu) lebih dominan.
    • Efek Tidak Linear: Hubungannya mungkin tidak linear. Mungkin ada ambang batas di mana harga atau waktu pengiriman menjadi sangat penting, tetapi dalam rentang data yang ada, efeknya tidak terlihat sebagai korelasi linear.

Secara keseluruhan, analisis korelasi ini menyoroti bahwa manajemen inventaris adalah area krusial yang membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam menyeimbangkan kuantitas stok dengan pola permintaan aktual untuk menghindari kelebihan atau kekurangan stok.




  • Analisis Level Stok Spare Part
Analisis level stok untuk setiap spare part. Identifikasi untuk melihat kemungkinan overstock atau understock. Lalu divisualisasikan distribusinya.










  • Analisis Lead Time
Analisis lead time, mulai dari pesanan sampai dengan penerimaan di gudang. Identifikasi rata-rata waktu kirim, variabilitas, dan pola keterlambatan. Lalu divisualisasikan distribusinya.

  • Analisis Performa Supplier
Analisis performa supplier menggunakan metrik. Sehingga didapatkan supplier terbaik dan yang kurang. lalu divisualisasikan performanya.

  • Rekomendasi
Berdasarkan seluruh hasil analisis, dirumuskan rekomendasi untuk dilakukan optimisasi manajemen inventarisasi, seleksi supplier, dan perubahan strategi supply chain.

  • Final Task
Berisi ringkasan finding dan rekomendasi akhir.
















By Moch. Munirul ichsan at November 26, 2025
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Labels: Analysis and Decision Systems

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Moch. Munirul ichsan
Lihat profil lengkapku

Statistik

Translate

Judul posting

  • ▼  2025 (27)
    • ▼  November 2025 (2)
      • 2. Dataset : Spare part truck dalam rangka pengopt...
      • 1. Dataset : Machine Predictive Maintenance Classi...
    • ►  Oktober 2025 (10)
    • ►  Agustus 2025 (2)
    • ►  Juli 2025 (1)
    • ►  Januari 2025 (12)
  • ►  2024 (51)
    • ►  September 2024 (2)
    • ►  Agustus 2024 (30)
    • ►  Juli 2024 (19)
  • ►  2023 (15)
    • ►  Desember 2023 (5)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  Agustus 2023 (3)
    • ►  Juli 2023 (1)
    • ►  Maret 2023 (1)
Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.