Kali ini saya akan mencoba seolah-olah menjadi seorang manager supplay chain, yang sedang mecoba menjadi decision maker untuk membuat keputusan pengadaan spare part berdasarkan data opensource :
https://www.kaggle.com/datasets/prplct/truck-spare-parts
Analisis kali ini akan berfokus pengoptimalan manajemen inventarisasi, seleksi supplier, dan strategi supply chain. Berikut urutan analisisnya:
- Input dan Observasi Data
Part_ID: kode unik untuk setiap spare part.
Part_Name: nama spesifik dari spare part.Part_Category: pengelompokkan spare part berdasarkan jenis.Brand: Merk dari spare part.Truck_Model: model truk yang menggunakan spare part.Price: harga per unit spare part.Stock_Quantity: nilai stok spare part di gudang saat ini.Supplier: nama supplier penyedia spare part.Warehouse_Location: alamat lokasi gudang spare part.Delivery_Time_Days: waktu pengiriman spare part dalam hari dari supplier.Warranty_Period_Months: total durasi warranty spare part dalam bulan.Order_Date: tanggal pemesanan spare part.Monthly_Sales: jumlah spare part yang laku dalam sebulan.Revenue: total pendapatan dari penjualan spare part.
- Preprocessing Data
DataFrame Info
Bagian ini menggambarkan tentang struktur data:
RangeIndex: 220 entries, 0 to 219: data terdiri dari 220 baris. Dan setiap baris sebagai representasi dari 1 transaksi.Data columns (total 14 columns): Dataset terdiri dari 14 kolom.- Kolom Data :
Part_ID,Part_Name,Part_Category,Brand,Truck_Model,Supplier,Warehouse_Location,Order_Date: bertipeobject. Dalam Pandas, berupa data teks (huruf atau angka yang tidak dihitung). dalam case ini yang perlu dicatat adalahOrder_Dateawalnya object, lalu diubah ke format tanggal untuk analisis time series.Price,Revenue: bertipefloat64, yang berarti angka desimal.Stock_Quantity,Delivery_Time_Days,Warranty_Period_Months,Monthly_Sales: bertipeint64, yang berarti angka bulat.
Non-Null Count: keseluruhan kolom adalah220 non-null, artinya semua kolom terisi data. Sehingga adjustment pada missing value tidak perlu dilakukanmemory usage: 24.2+ KB: petunjuk dari kapasitas memory dari system yang telah digunakan.
Sekarang pertanyaannya adalah, apa manfaat dari informasi data frame di atas bagi seorang manager supply chain?
Manfaat yang pertama adalah, data yang dimiliki oleh tim warehouse cukup lengkap. Terdiri dairi 220 data unik. Manfaat yang kedua adalah, type data dalam setiap kolom sudah diketahui sehingga memudahkan dalam menganalisis trending spare part yang laku, serta melihat rata-rata level stock warehouse.
Descriptive Statistics
Menjelaskan ringkasan statistik untuk kolom yang berisi data numerik
count: Berisi total baris pada setiap kolom. Dimana 220 baris semuanya sudah terdapat data.mean: rata-rataPrice: berisi rata-rata price spare sebesar USD 895.45.Stock_Quantity: berisi rata-rata stok setiap spare part sebesar 301.56 unit.Delivery_Time_Days: berisi rata-rata lead time sebesar 9.86 hari.Monthly_Sales: berisi rata-rata spare part yang laku bulanan sebesar 234.96 unit.Revenue: berisi rata-rata dari total pendapatan kotor terhadap seluruh spare part sebesar USD 215.632.
std: standard deviasi- merupakan standard deviasi untuk melihat sebaran data.
stdbesar artinya variasi data range cukup besar. Delivery_Time_Daysmemilikistd5.75, ini artinya variasi pengiriman spare part cukup besar, ada range variasi waktu hampir 6 hari.
- merupakan standard deviasi untuk melihat sebaran data.
min: Nilai terendah .Pricenilai terendahnya USD 23.87,Stock_Quantityterendahnya 7 unit,Delivery_Time_Daystercepat pengiriman adalah 1 hari, danMonthly_Salesterendah penjualan 3 unit.
25%(Kuartil Pertama): sebesar 25% data di bawah dari limit nilai ini.50%(Median atau Kuartil Kedua): untuk observasi nilai yang sangat ektrim data ini jauh lebih membantu, nilai tengahnya.75%(Kuartil Ketiga): 75% data yang berada di bawah ini.max: Nilai terbesar.Pricetertinggi sebesar USD 3.762.95,Stock_Quantitytertinggi 598 unit,Delivery_Time_Daysterlama 20 hari, danMonthly_Salesterbesar 500 unit.
Manfaat data deskripsi statistik adalah
meanStock_Quantityrata-rata 301 unit, jika dibandingkan dengan mean Monthly_Sales 234 unit. Secara garis besar atau nilai rata-rata gudang selama ini mengalami over stock.mean Delivery_Time_DaysRata-rata 9.86 haristd5.75 menunjukkan meski rata-rata pengiriman adalah 10 hari, namun ada pengiriman yang cepat (min 1 hari) dan ada yang lambat (max 20 hari). Dengan variasi yang cukup besar ini sangat berpengaruh terhadap, master schedule plan pengadaan spare part.- Price & Monthly_Sales:
Pricenilai terendahnya USD 23.87 denganMonthly_Salesterendah penjualan 3 unit. jika dibandingkanPricetertinggi sebesar USD 3.762.95 denganMonthly_Salesterbesar 500 unit. Rentang variasi yang cukup besar ini sangat berpotensi untuk terjadinya naik turun cashflow dan naik turun level stock. Sehingga perlu diberikan strategi khusus pada case terebut. - Outlier:
mindanmaxyang jauh dari rata-rata atau median. Hal ini menunjukkan secara performa sales ada beberapa spare part yang cukup ekstrim. Sehingga butuh concern khusus jika dibutuhkan optimasi untuk peningkatan laba.
- Analisis pada Trending Penjualan
Hasil agregasi di atas merupakan pengelompokkan dan penjumlahan pada data montly sales dan revenue, berdasarkan tahun kapan dan bulan ke berapa. Sehingga jika dilakukan trending sangat memudahkan dalam proses analisis selanjutnya. Berikut trendingnya.
- Mempolakan Demand Berdasarkan Kategori
Monthly_Salesvs.Delivery_Time_Days:0.042093(Korelasi Positif Sangat Lemah)- Penjelasan: Waktu pengiriman (lead time) memiliki korelasi yang sangat lemah dan positif dengan penjualan bulanan. Ini aneh, karena secara intuitif kita mungkin berharap waktu pengiriman yang lebih singkat akan berkorelasi positif dengan penjualan. Korelasi positif sangat lemah ini menunjukkan bahwa dalam dataset ini, waktu pengiriman yang lebih lama tidak secara signifikan mengurangi penjualan, atau efeknya tertutupi oleh faktor lain.
Monthly_Salesvs.Stock_Quantity:-0.136094(Korelasi Negatif Lemah)- Penjelasan: Ada hubungan negatif yang lemah antara kuantitas stok dan penjualan bulanan. Ini adalah temuan yang menarik. Secara intuitif, kita mungkin berharap stok yang lebih tinggi akan memungkinkan penjualan yang lebih tinggi (korelasi positif). Namun, korelasi negatif yang lemah ini bisa mengindikasikan beberapa hal:
- Overstocking: Barang dengan stok tinggi mungkin adalah barang yang kurang laku, sehingga menumpuk di gudang meski stoknya banyak, penjualannya tetap rendah.
- Barang Cepat Habis: Barang yang sangat laris (penjualan tinggi) mungkin memiliki rata-rata stok yang lebih rendah karena cepat terjual habis, menciptakan korelasi negatif.
- Penjelasan: Ada hubungan negatif yang lemah antara kuantitas stok dan penjualan bulanan. Ini adalah temuan yang menarik. Secara intuitif, kita mungkin berharap stok yang lebih tinggi akan memungkinkan penjualan yang lebih tinggi (korelasi positif). Namun, korelasi negatif yang lemah ini bisa mengindikasikan beberapa hal:
Insight Utama:
Revenueadalah Indikator LangsungMonthly_Sales: Korelasi kuat antaraMonthly_SalesdanRevenuesudah sewajarnya, karena pendapatan dihitung dari penjualan. Namun, ini menegaskan bahwa fokus pada peningkatan unit penjualan akan secara langsung meningkatkan pendapatan. Untuk memahami mengapa pendapatan bisa lebih tinggi (misalnya, karena harga produk yang lebih mahal), kita perlu melihat korelasiPricedenganRevenue(yang sangat tinggi di0.727823).Manajemen Stok Perlu Ditelaah Lebih Lanjut: Korelasi negatif lemah antara
Monthly_SalesdanStock_Quantityadalah insight paling penting untuk manajemen inventaris:- Bukan Sekadar Banyak Stok: Ini menunjukkan bahwa hanya memiliki banyak stok tidak menjamin penjualan yang tinggi. Strategi 'tumpuk barang' mungkin tidak efektif.
- Potensi Overstocking: Ada kemungkinan bahwa beberapa item dengan stok tinggi sebenarnya memiliki permintaan rendah, menyebabkan mereka tetap berada di gudang dan menciptakan korelasi negatif ini. Ini membutuhkan identifikasi dan strategi penanganan overstock.
- Analisis Item Per Item: Penting untuk menyelidiki hubungan ini pada tingkat kategori atau bahkan Part ID individu. Kategori dengan penjualan sangat tinggi mungkin selalu kehabisan stok, sehingga rata-rata stoknya rendah. Ini membutuhkan peningkatan stok pengaman.
- Kebutuhan untuk Analisis Lanjut: Korelasi ini menjadi alasan kuat untuk melakukan analisis lebih dalam (misalnya, analisis ABC atau VED) untuk memahami mengapa stok dan penjualan berkorelasi negatif.
Faktor Lain Kurang Berpengaruh Langsung:
Price,Delivery_Time_Days, danWarranty_Period_Monthsmenunjukkan korelasi yang sangat lemah denganMonthly_Sales. Ini bisa berarti:- Bukan Faktor Penentu Utama Volume Penjualan: Dalam konteks data ini, konsumen mungkin tidak terlalu sensitif terhadap perubahan kecil pada variabel ini untuk keputusan pembelian suku cadang truk, atau faktor lain (seperti kebutuhan mendesak, kualitas, atau ketersediaan model tertentu) lebih dominan.
- Efek Tidak Linear: Hubungannya mungkin tidak linear. Mungkin ada ambang batas di mana harga atau waktu pengiriman menjadi sangat penting, tetapi dalam rentang data yang ada, efeknya tidak terlihat sebagai korelasi linear.
Secara keseluruhan, analisis korelasi ini menyoroti bahwa manajemen inventaris adalah area krusial yang membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam menyeimbangkan kuantitas stok dengan pola permintaan aktual untuk menghindari kelebihan atau kekurangan stok.
- Analisis Level Stok Spare Part
- Analisis Lead Time
- Analisis Performa Supplier
- Rekomendasi
- Final Task